hikayat hidup ini masih beralun kesedihan
tiada bias sinar cemerlang yang menyoroti laluan yang kian berliku
jiwa yang kian tandus semangat ini seakan ingin lari
jauh dari segala riuh sengsara dan kekusutan
bingit. bengang.
lalu aku masih terus hidup
menari aku dalam irama yang sumbang
terus berlagu tanpa segan
dalam sedar yang tiada rasa
aku mencipta puisi berupa luahan
hati yang tak keruan
diusik penunggu rindu
entah sampai bila perlu ku terus begini
kekaburan mencengkam kalbu
dalam samar aku tergapai mencari punca arah
destinasi yang masih jauh tersorok di corok
perlu ku gali dengan seribu kepayahan
keringat berupa ringgit dan akal harus mati lagi
andai aku masih punya cita
punya impian lebih daripada mimpi
perjuangan ini akan berakhir jua
satu ketika, satu masa
sebagai nakhoda
hanya aku yang bisa memutuskan keakhiran pelayaran
bahtera yang masih terumbang ini
cuma aku yang ada ‘tuk bangkit dan melawan arus
ombak badai yang kian hebat menggoncang
bahteraku yang hampir karam
aku yang akan menanggung
aku yang akan menjawab
ritma titian hidup ini perlu ku halusi lagi
biar sebingit mana
yang bising itu akan ku diamkan
biar jatuh mengaduh
namun mengalah tidak sekali
bangkit aku kembali demi menegakkan panji ketabahan
hidup yang sementara ini biar jadi satu kenangan
yang membanggakan dan mampu membahagiakan
seorang aku di dunia abadi yang sedang menanti…







Recent Comments